Minggu, 25 Oktober 2015

Biarkan Sang Bayu Saja


perasaan ini entah namanya apa.
yang jelas perasaan ini bagai rumput ilalang.
yang tak pernah tersentuh tapi terus tumbuh.
tumbuh semakin tinggi...

Dan aku tak pernah memangkasnya.
aku biarkan dia tumbuh.
aku biarkan saja...

karena percuma bila ku pangkas.
hatiku ini bak tanah gambut nan subur.
dia akan tumbuh walau aku tak merawatnya...

rumput yang liar ini.
harusnya tak kubiarkan dia tumbuh...

kini, haruskah aku bakar dia?
agar yang tersisa hanya debu.
agar mudah bagi sang bayu membawanya pergi dari ku...

maafkan aku

bahkan ketika kau jatuh cinta semua malah tersasa semakin sulit.
boleh jadi semakin parah.
semakin menjadi- jadi...
kau tau kenapa?
karna itu berarti kau harus rela membiarkan hati ini terbuka.. dan terluka.
tanpa pernah dia yang tahu sebenarnya.
karna kau selalu memilih untuk terjaga.
karna lebih baik jika kau menyembunyikannya.
karna kau tau pasti...tuhan yang lebih tahu segalanya.

karna mencintaimu adalah kegilaan yang kubuat
terlebih memaksa tuhan agar kau bisa di sisiku.
aku bukan hamba egois...
aku percaya pada takdir...
aku percaya pada yang menulis takdir...

bilakah memang telah tertulis, kau yang akan bersamaku
maka kita pasti akan bersama.. bagaimana pun caranya.. biarkan sentuhan kecil tuhan yang mempertemukan kita....jika tiba saatnya...

atau... jikalau tuhan tidak pernah menuliskan takdir untuk kita bersama... aku tetap percaya jika bukan di dunia maka masih ada surga...
bisakah kita bertemu disana?

maafkan aku tuhan...
karna hati ini telah diam-diam menyimpan rasa pada si fulan.
tuhan izinkan aku bersembunyi dibalik lantunan doaku padamu.

Sabtu, 03 Januari 2015

Rasaku yang Berubah

       Setahun ini aku telah lepas dari bayang-bayang tentang dia, bahkan kini aku mulai tak peduli lagi dengan rasaku yang pernah untuknya. Rasa itu kini telah berhasil ku redam, kuredam dengan hari-hariku yang begitu sibuk. Waktu pagiku kini tak hilang untuk hanya sekedar memikirkanmu. Hari pagiku kini kuberikan untukku, untuk memberi supelmen untuk hati ini, memberi vitamin pada hati ini agar pikirku lebih sehat, lebih jernih dan tak hanya merisaukan apa yang tak perlu ku risaukan. Tentang diri mu, dirimu yang tak pernah tahu bahwa aku mencintaimu. Diri ku yang terlalu bodoh menunggu mu selama bertahun-tahun, diriku yang terlalu takut dengan takdir tuhan. Diriku..diriku yang semu bahakan akupun tak mengenal siapa aku sebenarnya, hati yang mencitaimu hingga sepayah ini, mencintaimu dalam kebisuan, mencintaimu hingga terasa sangat melelahkan, entah.. bahakan saat aku menulis itu pun rasa itu mulai muncul kembali, menguak semua perassan yang sebenarnya telah kusimpan jauh di dasar.

      Aku terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya, aku terlalu takut untuk mengatakan isi hatiku.Menyimpannya adalah pilihan yang sulit, membiarkan hati membeku , membuat aku tak bisa menerima siapun yang datang, memebuatku tak bisa mencintai lain, begitu dahsyat rasa ini, hingga aku tumbuh semakin dewasa dan aku tetap ingin merasakan rasanya berada disisimu, berdampingan, berjalan menyusuri jalan tapak kecil di tengah menguningnya padi, namun untuk yang kesekian kalainya itu hanya khayalanku, imajinasiku yang berkelana bersamamu bahkan hingga aku tak merasakan betapa panasnya matahari, dinginnya hujan, karna imajiku selalu bersamaa mu, karena aku merasa kau selalu melindungiku. Bersama ku mejaga ku.

      Sampai disuatu malam, ketika aku mulai lelah melakukan semua itu, berkhanyal melulu, berkhayal bersamamu.. aku memutusakn untuk berhent,  berhenti untuk memikirkan tentang kamu. Waktuku selam tujuh tahun, yang selalu ku gunakan untuk berkhayal bisa bersamamu. Saat itu aku pikir… aku harus mulai untuk berhenti.. aku harus pindah dari tempat ini, dari kota ini.

Aku pergi, pergi dan meninggalkan jiwaku yang masih tetap menunggunya di bawah pohon jambu itu. dan akhirnya kini aku pergi…

     Aku punya tempat baru, teman baru dan mencoba membuat hatiku menjadi baru.. aku mencoba untuk mencairkan hatiku yang dulu pernah membeku.

      Hingga pada sore itu, aku bertemu dengan seorang pria, Fadli namanya… dia adalah seorang ketua di suatu pondok pesantern, ya aku memilih untuk mondok untuk melupakan semua tentang dia, aku memilih untuk membersihkan diriku, hatiku, dan pikiranku, aku ingin menghentikan khayalan gilaku, kayalkan gila untuk bisa bersamanya. Setelah mendaftarkan diri aku pergi untuk kemudian keesokan harinya aku datang kembali dengan membawa segala barang-barangku dan perlengkapan yang dibutuhkan.Saat itu aku sedang libur usai melaksanakan ujian semester.

       Pukul 4.15 pagi suara azan berkumandang, rasanya masih sangat enggan untuk bangun meninggalkan tempat tidur. Perlahan ku buka mataku, terdiam sejenak, aku mendengarnya…hati kecilku berkata cepat…cepatlah kau bangun. Ini adalah saatnya untuk berubah menjadi lebih baik. Ayo bergegas, aku tau kau pasti ingin berubah menjadi lebih baik, aku tahu betul, karena aku adalah hati mu. Aku tak mungkin berbohong. Kemudian aku bangun dan bergegas mengambil air wudu. Aku turun menyusuri tangga untuk menuju masjid. Setelah sampai kulihat beberpa gadis seusia denganku tengah membaca Al-quran begitu juga dengan pemuda-pemudanya, pemandangan yang baru untukku. Kemudian aku melaksanakan salat sunnah  dua rakaat. Setelah usai komatpun dikumandangakan, lalu kami semua melaksanakan salat subuh berjamaah. Ketika itu aku merasakan hal yang berbeda, bacaan solat dari sang imam membuat hatiku terenyuh, tentram bak disiram air yang segar. Setelah usai dan kemudiah berdoa aku merasakan sesuatu yang mengganjal di hatiku hingga membuatku terasa sesak dan sulit untuk bernafas. Tapi aku sedang tidak sakit. Entahlah rasa itu mengapa begitu menyesakan hingga kemudian mataku mulai memanas dan aku mulai menangis. Dulu aku benar-benar bingung dengan apa yang ku rasakan, tapi setelah beberpa bulan aku disini aku mulai memahami rasa itu. betapa rasa yang kudapatkan itu sangatlah langka, karena rasa itu pemberian dari tuhan, kala itu aku baru merasakan betapa indahnya, betapa nikmatnya, betapa semua saat itu terasa manis tapi sedikit perih, semua itu karena aku sedang dekat dengan-Nya, bahwa aku merasakan cinta yang indah dan manis dari-Nya dan rasa perih itu adalah sedikit rasa penyesalanku karena terlau lama di jalan yang tak seharusnya, karena terlalu lama hatiku beku oleh cinta semu. Kini hati mencair yang aliranya kurasakan begitu tenang, betapa aliran darah yang mengalir dalam tubuhku dapat aku rasakan. Begitu nyaman, menenangkan dan membuat aku menjadi tentram. Dan kini aku merasa lebih berarti, aku merasa aku mencintai dan aku juga dicintai. Oleh-Nya.

Jika seseorang menginginkan dirinya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, maka yakinlah Tuhan dengan senang hati menunjukan pada jalan yang benar. Hingga kau rasakan betapa manisnya nikmat Hidayah ini. ^_^


Jumat, 26 Desember 2014

part I


                        rahasia
Tak kan terulang lagi cukup aku mencintainya , karena lebih dari 5 tahun aku hanya berharap, menjadi pengagum rahasia, dan hanya berani melihatnya dari jarak yang tak bisa dia lihat. Aku jemu merasakan ini terlalu letih dan menyakitkan..
Sampai saat ini rasa itu masih menjadi rahasia, dan tidak ada yang tahu kecuali aku dan tuhan. Terkadang aku berfikir apakah mungkin kau menjadi milikku? Entahlah …
Ini kisah hidupku, sebut saja dia sany. Pertama kali aku bertemu dengan dia waktu aku sekolah dasar dan dia sekolah menengah pertama (smp). Pertama kalinya aku bertemu dan tidak ada perasaan apapun, sampai akhirnya aku lulus dari sekolah dasar dan aku masuk ke sekolah yang sama dengan sany                                  
Dan perlahan ada rasa yang tumbuh saat kedua kalinya aku bertemu dengan dia, dan semakin sering aku bertemu semakin kuat rasa ini menggerayap dalam celah-celah hatiku yang masih polos dan belum mengerti sebuah rasa, saat itu aku gundah karena dia masuk dalam pikiranku setiap saat, dan semakin bingung dengan jantung ku yang selalu bedegup kencang setiap kali aku bertemu dengan dia, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan, karena semakin hari, semakin minggu, semakin bulan bahkan semaik tahun rasa ini tak pernah hilang bahkan semakin bertambah, awalnya aku mengira ini adalah cinta anak kecil yang teman-temanku sebut cinta monyet, tapi… saat dia lulus dari SMP aku masih tetap mencintainya. Dan hari-hariku perlahan berjalan tanpa ada kegelisahan, awalnya ku pikir ku bisa melupakanya tapi ternyata tidak.
Setahun kemudian aku bertemu dia lagi di sekolah yang sama, ya kini aku telah lulus dari SMP. Dan saat itu aku melihatnya lagi, rasa dihati ku tak bisa ku kendalikan, entah itu cinta atau benci tapi rasa ku kini berubah.  Karena rasa ini begitu semu bagiku dan aku telah letih mencintainya . ku coba untuk melupakanya tapi sulit sangat rumit ku jelaskan. Dan hingga kini waktu terus berjalan tanpa memperdulikan perasaanku. Kini dia telah pergi untuk menjemput impianya, dan aku masih disini, masih berharap walau sakit, masih merindu walau ku tahu ini semu, masih mengaguminya walau kini yang ada hanyalah fatamorgana.
Tak lama lagi aku akan menjemput imipianku juga,  pasti waktu akan terasa begitu cepat dan aku tumbuh semakin dewasa, apakah nanti masih ada dia di hati ini? Atau ada yang lain mengisi kehampaan  di ruang hati ini? Entahlah…
Apa yang salah dari diriku? Mengapa bisa aku mempertahankan sebuah rasa yang tak bias ku genggam,
Ada suatu hal yang tak bisa ku jelaskan, tapi kini aku mencoba untuk mengartikannya…
Sebuah ikatan, prinsip, dan sebuah pondasi dimana aku berpijak. Sebuah akidah, suatu hal yang ku yakini benar, yang ku taati, dan menjadi sebuah pedoman hidup.
Itu yang membuatku berfikir ulang setiap kali ada rasa yang mengajaku untuk bermain dengan hidup ini. Aku menjaga diriku  karena ada batas dan batas itu tak bisa melampaui diriku, karena aku menjaga diriku. Walau kusadari masih banyak yang perlu kubenahi dari diriku, walau aku belum bisa melaksanakan perintah-Nya dengan sempurna, tapi akan berusaha untuk menjadi lebih baik setiap harinya.
Dan perasaan ini biarlah tetap disini, walau terkadang terasa perih, tapi aku akan bertahan hingga ada yang lain yang dapat menggantikan dia di hati ini.
Tuhan bukankah rasa  ini anugrah? tapi mengapa seprti ini? cinta yang ku rasakan seoalah perlahan memebunuh ku, tuhan bukankan aku berhak atas cinta? berhak untuku dicintai? mungkin tidak sekarang dan aku mengerti itu, Engkau selalu menjaga ku agar aku bias mengendalikan rasa cinta ini. tuhan berikanlah aku cinta yang nyata karena aku juga berhak bahagia, tuhan berikan aku restu dan halalMu .  Tuhan aku mohon, bila tiba saatnya dan aku telah benar- benar menjadi pribadi yang layak dicintai serta dapat menjaga kehormatan pasanganku kelak, persatukanlah kami dalam kehidupan yang layak dan bahagia…….. ammiin
 Kini tahun telah berganti lagi, disaat banyak orang mengharapkan suatu yang baru dan dapat berharap kehidupan dimasa yang datang akan menjadi lebih baik, tapi aku disini hanya terdiam tanpa tindakan apapun, diam ku bukan berarti tanpa harapan. Diam ku adalah merenung, disaat malam pergantian tahun orang2 bersorak sorai , aku hanya melamun terdiam.
Dalam lamunanku selalu ada dia, dia, dan dia.. hanya dia
Baru kusadari  selama 6 tahun berjalan dan aku menyimpan perasaan ini sendiri, belum sekalipun terlontar sepatah kata pun dari mulutku ataupun mulutnya, bahkan mungkin dia tidak tahu aku, mungkin saja karenaaku tak pernah jujur mengenai perasaanku, aku terlalu pengecut untuk menerima kenyataan jika dia tidak menyukaiku.Ya, begitu banyak yang ku takutkan hingga hati ini terlihat sangat merana.
Cinta sepihak ini, harus ku apakan rasa cinta ini? Dan kini disaat semua mulai berubah. Aku yang kini telah mulai dewasa bahkan saat ini ketika aku duduk di bangku universitas rasa itu tak pernah hilang. Aku tak pernah berniat untuk mengingatnya, tapi dia hadir, dia datang sendiri dan pergi memeberikan sesuatu yang membekas dihati. Dan yang ku ketahui itu adalah sebuah kerinduan.
Sahabat ku mengatakan tentang suatu hal tentang dia, tentang keburukanya yang sangat buruk. Tapi aku hanya bisa terdiam, entah hal itu sama sekali tak mengurangi rasa ku pada dia.
Hingga matahari terbenam dan kemudian terbit lagi dan seterusnya seperti itu. Aku masih disini menunggumu hingga sentuhan kecil Tuhan yang mempertemukan kita, dibawah pohon jambu itu tempat pertama kali aku jatu cinta padamu, maka cepatlah kau menjemput ku karena rasa itu masih tertinggal disana…
Ini adalah bulan di penghujung tahun. Banyak yang berubah pada diriku dalam setahun ini terutama dalam masalah agama. Tapi tidak pada hatiku. Aku masih tetap memikirkanya sesekali saja tidak sesering dulu. Banyak lelaki yang datang, singgah sebentar kemudian pergi itu semua adalah perkenalan singkat. Banyak teman baru dan susasana baru dalam hidup ku. Tapi hatiku tidak. Sany masih menjadi penghuni tetap di ruang hatiku, di sela pikiranku. Yang terkadang membuatku resah dalam malam. Entah karena apa. Yang ku tahu aku mulai merasakan suatu hal yang membingungkan. Bukan sekedar rindu biasa. Tapi lebih dari itu. aku mulai sensitive dengan sesuatu yang sedikit mellow. Terkadang tanpa alas an yang jelas aku terdiam dengan tatapan kosong, kemudian mataku memanas dan air mataku mulai mengalir setetes demi tetes. Aku merasakan perih yang teramat dalam ketika mengingatnya. Kerinduanku akan sosoknya membuat dadaku sulit bernafas. Hingga aku lelah mencai cara untuk melupakanya. Aku benar-benar khawatir padi diriku sendiri.
Kini aku bukanlah anak SD, SMP atau SMA aku lebih dari itu, menginjak usia ku yang kini 19 tahun aku masih belum bias melupakan dia. Selama 7 tahun aku memendam rasa ini. Apakah kau tahu? Betapa sakit ketika aku harus menjaga perasaanku, ketika rasa rindu itu merasukiku, ketika rindu itu semakin meradang, ketika rindu itu menjadi rasa yang amat menyakitkan bahkan terasa ngilu di hatiku. Kau tak akan pernah tahu.
Kau tak salah sany. Aku yang terlalu khawatir jika aku jujur, jika aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku menyayangimu, bahwa aku mencintai mu, bahwa aku merindukanmu setiap saat.
Mengapa terlalu sulit bagiku mengatakan pada mu bahwa aku merasakan getaran dalam hatiku tiap kali melihatmu.
Mengapa sulit mengtakan bahwa aku menyukaimu,aku mencintaimu.
Andai waktu masih bisa untuk menungguku. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu.

Minggu, 29 Juni 2014

RPP

Aplikasi Teori dalam bentuk RPP

Rencana Pelaksanaan Pengajaran
Mata Pelajaran             : Fisika
Kelas/Semester/Usia   : VIII/Ganjil/14 Tahun (Operasional Formal)
Peminatan                   : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Materi Pokok              : Suhu dan Kalor
Alokasi Waktu            : 2 x JP

A.      Kompetensi Inti
1.    Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
2.    Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.    Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.    Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.


B.       Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor dan optik

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi

2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

3.8 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari
Indikator:
·      Menjelaskan pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari
·      Menerapkan pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari
·      Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari
·      Menyimpulkan hasil percobaan perpindahan kalor  pada benda

4.8 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan, terutama kapasitas  dan konduktivitas kalor
Indikator:
·      Memahami dan mengolah data pengukuran.
·      Membuat laporan tertulis hasil praktik
·      Mempresentasikan hasil percobaan
                                   

C.      Tujuan Pembelajaran
1.      Kognitif
-          Siswa dapat mengidentifikaasi perubahan wujud zat benda.
Pada hal ini didasarkan pada teori perkembangan kognitif Jean Piaget yaitu di tinjau dari umur anak yang memasuki tahap perkembangan oprasional formal. Pada tahap ini anak telah mampu berpikir abstak. Pada saat menerima pelajaran anak mampu membedakan suatu jenis perubahan zat dengan mengidentifikasi ciri-ciri benda tersebut.
-          Siswa dapat menjelaskan pengaruh kalor terhadap suhu dan perubahan wujud benda
Kata oprasional menjelaskan juga didasarkan pada teori perkembangan kognitif Jean Piaget karena pada tahap ini anak yang berpikir secara abstak dapt lebih mengembangkan pemikirannya dengan menjelasakan apa saja  faktor yang mrnyebabkan perubahan kalor dan wujud benda.

-          Siswa dapat menghitung kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu dan untuk mengubah wujud zat.
Selain itu menghitung juga termasuk upaya pembelajaran pada teori perkembangan kognitif dan bertujuan untuk meningkantakn daya pikir anak dengan tujuan agar bakat Multiple Intelligence semakin berkembang.

2.      Afektif
-          Siswa dapat membandingkan peristiwa perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi.
Membandingkan memiliki arti terdapat dua objek untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya. Kata ini merupakan kata oprasional yang terdapat pada A4, yang bertujuan agar siswa mampu membandingkan beberapa benda yang mengalami peristiwa perpindahan kalor. Dengan  menggunakan contoh-contoh yang ada di sekitar merupakan upaya agar siswa memahami materi. Hal ini juga dapat digunakan sebagai cara mengatasi lupa dan jenuh dalam belajar.

-          Siswa dapat mendiskusikan tentang contoh peristiwa konduksi, konveksi dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kata oprasional mendiskusikan dapat dijadikan sebagai metode pembelajaran kognitif, dengan membentuk kelompok dalam mencari solusi dari sebuah permasalahan maka diharapkan siswa dapat mengalami perkembangan nilai, sikap serta moral. Dengan adanya diskusi bersama maka diharapkan pula terbentuknya konsep diri dan emosi dalam diri siswa.

3.      Psikomotorik
-          Siswa dapat mempraktikan perubahan wujud zat pada benda.
Mempraktikan memiliki arti melakukan atau melaksanakan. Kata ini merupakan kata kerja oprasional yang terdapat pada P5, yang betujuan siswa mampu melakuhan atau melaksanakan teori yang sudah dipelajari tentang perubanh wujud zat suatu benda. Pada hal ini dapat dikembangkan teori tentang perkembangan psikomotorik, siswa dengan memberikan dasar keterampilan. Dengan memberikan kegiatan sederhana yang berhubungan dengan materi dan belum dimengerti sebelumnya maka ketika telah dipaktikan diharapkan siswa mampu memahami materi ajar yang berhubungan tersebut. Selain itu dengan mempraktikan secara langsung menggunakan alat atau benda juga diharapkan siswa mengalai perkembangan kreativitas dan diharapkan dapat mengatasi lupa dan kejenuhan dalam belajar.


D.      Materi Pembelajaran



Perpindahan Kalor
Kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah . Ada tiga cara perpindahan kalor: 1). Konduksi atau hantaran, 2). Konveksi atau aliran, dan 3) Radiasi atau pancaran.
-          Konduksi atau hantaran, adalah perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju kalor konduksi yaitu: 1). Beda suhu (Δt), 2). Ketebalan dinding (), 3). Luas permukaan (A), dan 4). Konduktivitas thermal zat (k).
-          Konveksi atau aliran, adalah perpindahan kalor dari satu bagian fluida ke bagian lain fluida oleh pergerakan fluida itu sendiri.
-          Radiasi atau pancaran, perpindahan energi kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Persamaan laju kalor secara radiasi,    sedangkan persamaan untuk daya radiasi, 
-          Pemanfaatan radiasi, 1). Pendiangan/pemanas rumah, 2). Efek rumah kaca, dan 3). Panel surya.
-          Asas Black,Hukum kekekalan energi untuk kalor menyatakan bahwa untuk berbagai benda yang dicampur dan diisolasi sempurna terhadap lingkungan, banyaknya kalor yang dilepas benda sama dengan banyak kalor yang diterima benda.